Kamis, 08 Maret 2012

Variable Less Subnet Masking (VLSM)

VLSM adalah pengembangan mekanisme subneting, dimana dalam VLSM dilakukan peningkatan dari kelemahan subneting klasik, yang mana dalam clasik subneting, subnet zeroes, dan subnet- ones tidak bisa digunakan. selain itu, dalam subnet classic, lokasi nomor IP tidak efisien.
Dalam VLSM juga dilakukan pembatasan terhadap jumlah host dari sebuah subnet. Cara ini biasanya digunakan untuk melakukan konfigurasi router, karena router hanya memerlukan 2 ip address, sehingga tidak terjadi pemborosan ip address dan mencegah aksi sniffing dari hacker.

Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask.

Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat berkomunikasi kedalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan networknya dapat memenuhi persyaratan :
  1. Routing protocol yang digunakan harus mampu membawa informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol : RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing : CNAP 1-2), 
  2. Semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode VLSM yang menggunakan algoritma penerus packet informasi.
Contoh penerapan VLSM 

misal diketahui suatu IP 130.20.0.0/20, maka untuk menentutkan VLSM dari IP tersebut langkah-langkahnya adalah:
  • Kita hitung jumlah subnet terlebih dahulu menggunakan CIDR,
    maka didapat 11111111.11111111.11110000.00000000 = /20 
  • Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4 maka Jumlah subnet = (2x) = 24 = 16
    Maka blok tiap subnetnya adalah : 
      • Blok subnet ke 1 = 130.20.0.0/20 
      • Blok subnet ke 2 = 130.20.16.0/20 
      • Blok subnet ke 3 = 130.20.32.0/20 
      • Dst… sampai dengan Blok subnet ke 16 = 130.20.240.0/20
      1. Selanjutnya kita ambil nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu 130.20.32.0
      2. kemudian kita pecah menjadi 16 blok subnet, dimana nilai16 diambil dari hasil perhitungan subnet pertama yaitu /20 = (2x) = 24 = 16 
      3. Selanjutnya nilai subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini kita gunakan /24, maka didapat 130.20.32.0/24 kemudian diperbanyak menjadi 16 blok lagi sehingga didapat 16 blok baru yaitu :
        • Blok subnet VLSM 1-1 = 130.20.32.0/24
        • Blok subnet VLSM 1-2 = 130.20.33.0/24
        • Blok subnet VLSM 1-3 = 130.20.34.0/24 
        • Blok subnet VLSM 1-4 = 130.20.35.0/24 
        • Dst… sampai dengan Blok subnet VLSM 1-16 = = 130.20.47/24 
      4. Selanjutnya kita ambil kembali nilai ke 1 dari blok subnet VLSM 1-1 yaitu 130.20.32.0 kemudian kita pecah menjadi 16:2 = 8 blok subnet lagi, namun oktat ke 4 pada Network ID yang kita ubah juga menjadi8 blok kelipatan dari 32 sehingga didapat : 
        • Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.32.0/27 
        • Blok subnet VLSM 2-2 = 130.20.32.32/27 
        • Blok subnet VLSM 2-3 = 130.20.33.64/27 
        • Blok subnet VLSM 2-4 = 130.20.34.96/27 
        • Blok subnet VLSM 2-5 = 130.20.35.128/27 
        • Blok subnet VLSM 2-6 = 130.20.36.160/27 
        • Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.37.192/27 
        • Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.38.224/27

      Tidak ada komentar:

      Posting Komentar